Salah siapakah apa yang terkandung dalam darah?
Salah siapakah dosa yang tidak bisa terarah?
Hidup dalam pilihan sendiri tapi terbakar
Atau hidup terpilih membohongi hati tapi bercahaya?
Tanpa cinta, manusia lara
Tanpa rasa, manusia nista
Tanpa jiwa, manusia hampa
Ke mana arah tuduhanmu menunjuk?
Rasa hati ditekan, sakit mencabik jiwa hingga musnah
Rasa hati diluapkan, sakit seperti pasak besi menghujam jantung
Apa yang kuketahui kalau detik setelahnya aku membisu?
Itu lebih sakit lagi seakan kau semut yang ditimpa langit
Aku berbeda lalu ditakuti
Tak bisa aku samarkan darahku
Aku merasakan dunia lah yang menjabat tangan burukku
Dunia yang tak pernah punya mata dan telinga
Dunia yang tidak peduli jutaan cacatku
Dunia yang tak pernah tahu arti diskriminasi
Bukan manusia yang ada di dalam-dalamnya
Bukan manusia yang segala-galanya
Seperti api diciptakan
Hidup, menerangi, membakar, mati
Seperti listrik diciptakan
Hidup, mendayai, menyetrum, mati
Tanyaku tidak habis
"Kenapa" atau "Mengapa" meluncur dari mulutku
Bagai peluru dari pistol dengan milyaran amunisi
Hampanya makhluk bodoh ini
Hanya dalam mimpi aku menemukannya
Sedetik di mana ketidaknormalan sangat berharga
Sedetik di mana aku mampu menjalin cinta tanpa aral
Ya... Dalam mimpi... Satu detik saja
No comments:
Post a Comment