Hangat kau mencari
Panas kau memaki
Kalor berteguh alam semesta
Manusia fana berteguh hati
Macis benderang ruang sekejap
Suluh cahaya kala angkasa melegam
Unggun berbinar, tungku terbakar
Matahari sakti menghujami radiasi
Kala menggigil, mengusapkan api
Kala dingin menusuk, menyiramkan api
Kala membeku, menyetubuhi api
Kala matahari di hadapan bumi, menggunjing api
Air diuapkan, tanah dilegamkan
Angin dimakan, kayu dikunyah
Pasir dikacakan, logam dilelehkan
Kehidupan dibakar, ketidakhidupan dihanguskan
Darinya tersisa bara, tersisa asap
Darinya tersisa arang, tersisa abu
Darinya tersisa tulang belulang
Darinya tersisa luka bumi yang sukar sirna
Api merah menyembur
Amarah terpendam kini terhambur
Alam yang terbakar membalas kesakitan
Gunung berlahar menodongkan kehancuran
Matahari di langit, magma di bumi
Api di darat, minyak di laut
Api yang suci menjelma wujud energi
Energi makhluk-makhluk yang belum kuasa mati
No comments:
Post a Comment