Tuesday, January 12, 2016

Dream

Siap dalam halusinasi
Abstraksi geliat mempercepat fiksi
Sadarku kubenamkan
Demi dunia yang menari-nari

Pintunya harus bertidur
Lorongnya harus berlelap
Ruangnya harus berketenangan
Isinya harus berpenglihatan

Dunia di mana aku terbang
Dunia di mana aku berenang
Dunia di mana aku tak terkekang
Dunia di mana aku tak bimbang

Halusinasi memeluk erat cerita
Ilusi menemani gejolak niat
Fatamorgana mengumpanku berkhayal
Mimpi meletakkan kerelaan

Aku ingin...
Aku mau...
Aku berkehendak...
Aku bermimpi arti

Menari menikmati jika sang raga bisa
Berteriak puas tak terdengar
Terjebak menjadi keinginan
Tempat bertoleransi

Kuperlambat waktu di sana
Kuperluas ruang di sana
Kupertinggi angkasa di sana
Kubinasakan gangguan di sana

Adalah di mana komentar tak berbunyi
Sebab mengapa senyuman tak asli
Cara bagaimana kehidupan tak menakjubkan lagi
Waktu kapan jam tak terbaca

Mimpi, aku datang
Peluklah aku erat dan hangat
Terima kasih telah menungguku pulang
Terima kasih jerih payahmu untukku

No comments:

Post a Comment