Siap dalam halusinasi
Abstraksi geliat mempercepat fiksi
Sadarku kubenamkan
Demi dunia yang menari-nari
Pintunya harus bertidur
Lorongnya harus berlelap
Ruangnya harus berketenangan
Isinya harus berpenglihatan
Dunia di mana aku terbang
Dunia di mana aku berenang
Dunia di mana aku tak terkekang
Dunia di mana aku tak bimbang
Halusinasi memeluk erat cerita
Ilusi menemani gejolak niat
Fatamorgana mengumpanku berkhayal
Mimpi meletakkan kerelaan
Aku ingin...
Aku mau...
Aku berkehendak...
Aku bermimpi arti
Menari menikmati jika sang raga bisa
Berteriak puas tak terdengar
Terjebak menjadi keinginan
Tempat bertoleransi
Kuperlambat waktu di sana
Kuperluas ruang di sana
Kupertinggi angkasa di sana
Kubinasakan gangguan di sana
Adalah di mana komentar tak berbunyi
Sebab mengapa senyuman tak asli
Cara bagaimana kehidupan tak menakjubkan lagi
Waktu kapan jam tak terbaca
Mimpi, aku datang
Peluklah aku erat dan hangat
Terima kasih telah menungguku pulang
Terima kasih jerih payahmu untukku
No comments:
Post a Comment