Apa engkau tahu takdir?
Absolut terbungkus rapi
Pasti namun terlihat kabur
Layar berlapis membentang
Takdir yang perih teori dan praktiknya
Mudah diucap serta didengar
Merasakannya membawa sakit
Itulah... Kesendirian
Di mana kau lahir sebagai satu makhluk
Di mana kau mati sebaga satu makhluk juga
Berpikir mendalami pikir
Terjun bebas dalam wahana intisari
Sendiri memapah cerita
Sendiri menanggung beban
Sendiri memikul luka
Sendiri mengusung waktu
Eksistensi tak lagi terasa
Absensi memberkahi kesendirian
Isolasi membuatnya riil
Depresi imbas yang diterima
Visi dari mata hanyalah skala abu-abu
Audisi dari telinga hanyalah satu nada
Olfaksi dari hidung tak membau apapun
Gustasi dari lidah tak mengecap satupun
Sendiri dalam jeruji adaptasi
Terisolir dalam desakan spasial
Sebagai noktah mikro pada kertas seluas samudera
Tanpa arti, tanpa nosi, tanpa hati
Berjalan kaku menembus waktu
Beraksi tanpa niat dari hati
Berkelakar tak beremosi
Seperti makhluk terrobotisasi
Sehelai daun yang gugur
Setetes air dari langit
Separtikel debu yang melayang
Sesendiri itulah kalbuku
No comments:
Post a Comment