Tarian cahaya langit
Gemulai sinar berarakan
Binar terang redup menghunus
Itu mataku menangkapnya
Corak bumi tak senada pualam
Warna langit tak sepadan arang
Ragam bunga meronakan pikir
Itu mataku menjelaskan
Mataku fokus tak berfokus
Ain memandang berkelanjutan
Netra menyaksikan hal perihal
Sekelebat juga sekalian
Pandangan...
Penglihatan...
Penyaksian...
Arah-arah mengarahkan
Dengannya aku mampu mengenalimu
Melaluinya aku mampu mengerti maksudmu
Tanpanya aku tak mampu memujimu
Aku berilusi dalam sendu
Jarak, ruang, luas, dan volume
Warna, cahaya, kilap, pola, dan bentuk
Kecepatan, getar, gelombang, dan gerak
Aku saksi segala itu
Hitam, putih, mulus, dan kasar
Cantik, rupawan, jangkung, dan gemuk
Senyum, sedih, tangis, dan tawa
Aku saksi mereka itu
Luar biasanya lensa biologis ini
Mengenali tanpa merasai
Memandang dan mengerti
Terhubung hati, pikiran, dan jiwa
Tak tersembunyi dari emosi
Tak terketahui dari sanubari
Saraf menguasai stabilitas diri
Mata, ain, netra, visi, dan penglihatan
No comments:
Post a Comment