Kepala tertunduk khusyuk dalam khidmat
Tangan tengadah mengarah Sang Maha
Mulut meminta dalam kefanaan
Hati berdebar bergetar menggelepar
Mata berair tanda rindu terukir
Jiwa diam dalam besutan keinginan rohani
Pikiran mengharapkan nyatanya sajak
Kepercayaan iman bak pondasi yang suci
Kulafalkan lantunan do'a dari hati
Kubernyanyi dalam heningnya nuansa sunyi
Kutargetkan kata-kataku demi yang di hati
Kuresapi dalamnya ruang niat
Yang kuinginkan adalah kebaikan
Yang kucinta biarkan gembira
Dari sanalah hati ini bersinar
Kumpulan rasa yang berharga
Dari-Nya semua ini nyata
Senyummu terkristal dalam mata memori
Sedihmu teruapkan hilang tak berjejak
Nyatanya hanya itu inginku
Tanganku menampar dikuasai setan
Kakiku menendang digerakkan iblis
Tubuhku lumpuh dibius amarah api
Jiwakulah berucap koneksi pencipta surga
Dalam jajar kata ini aku menghubungi-Nya
Dalam indahnya kalimat ini aku meminta-Nya
Dalam teduh tenang nurani ini aku merindu-Nya
Dalam lemah seluruh kuasaku ini aku merasakan-Nya
Dalam do'a, aku mengingatmu
Dalam hayatmu walau tak terkenang
Dalam hikayatmu walau tak tersirat
Dalam hakekatmu walau tak tersebut
Dalam harkatmu walau tak berperan
Dalam hajatmu walau tak terpanggil
Dalam tirakatmu walau tak terpilih
Dalam sekaratmu walau tak bersamamu
Dalam do'aku, senyummu prioritas
Dalam do'aku, bahagiamu berkualitas
Dalam do'aku, rezekimu berkuantitas
Dalam do'aku, di mana kau tak pernah tahu
No comments:
Post a Comment