Datang...
Bersarang...
Menyerang...
Menghilang...
Itu rasa, mereka bilang
Itu lara, mereka samakan
Itu dilema, mereka terka
Itu merana, mereka simpulkan
Mengusik tenang batin bertapa
Meruntuhkan aura tanpa berwarna
Menjerat hawa berkumparan
Memutar balik jentera ingatan
Siluet masa sedih terbenak
Membekukan tanpa menggigil
Ingin kubergerak, hati tak menyanggupi
Rusakkah aku?
Hati itu rapuh
Tak bertameng, tak berbenteng
Retak, tipis, dan rentan
Terjamah ia bergetar
Koneksi pikiranku menyambut hangat
Kuingat inilah kesedihan
Sebab masih ambigu
Tak mampu diri mencerna
Sulit semuanya kuterjemahkan
Hanya nurani ini butuh bimbingan
Api marah, air tenangkan
Hati sedih, waktu terangkan
Kusaksikan indraku kian tumpul
Sedih ini sengsara unggul
Sanubari susah tak berjudul
Senyum sahaja tak bersimpul
Waktu, aku rindu
Ruang, aku ragu
Hati, aku bingung
Jiwa, aku terhubung
Biarkan ketidaksadaran menelannya bulat-bulat
Terpikir kuasa hati tak mampu memahami
Pudarnya hitam legam memori berubah kelabu
Gantinya kiranya rasa ria terkenang jagad
No comments:
Post a Comment